Rabu, 23 Desember 2015

Beberapa Klasifikasi Jenis Apartemen


Beberapa Klasifikasi Jenis Apartemen seperti dibawah ini :
Apartemen Berdasarkan Sistem Kepemilikan.
Klasifikasi apartemen berdasarkan pada sistem kepemilikan (Chiara ,1986) yaitu :
Apartemen Sewa. Apartemen sewa merupakan apartemen yang dimiliki oleh perorangan atau suatu badan usaha bersama yang membangun dan membiayai operasi serta perawatan bangunan, kemudian penghuni membayar uang sewa dengan harga dan jangka waktu tertentu.

Apartemen Beli. Apartemen yang dimiliki oleh perorangan atau suatu badan usaha bersama dengan unit-unit apartemen yang dijual kepada masyarakat dengan harga dan  jangka waktu tertentu. Kepemilikannya lagi dapat dibedakan lagi sebagai berikut :
Apartemen milik bersama (cooperative) Apartemen yang dimiliki bersama oleh penghuni yang ada. Tanggung  jawab pengembangan gedung menjadi tanggung jawab semua penghuni yang ditangani oleh koperasi. Penghuni memiliki saham sesuai dengan unit yang ditempatinya. Bila penghuni pindah, ia dapat menjual sahamnya kepada koperasi atau calon penghuni baru dengan persetujuan koperasi. Biaya operasional dan pemeliharaan ditanggung oleh koperasi.
Apartemen milik perseorangan (condominium) Apartemen yang unit-unit huniannya dapat dibeli dan dimiliki oleh penghuni. Penghuni wajib membayar pelayanan apartemen yang mereka gunakan kepada pihak pengelola.

Apartemen Berdasarkan Tipe Pengelolaannya.                                                                         Berdasarkan tipe pengelolaannya, terdapat tiga jenis apartemen (Akmal, 2007), yaitu:
Serviced Apartemen.  Apartemen yang dikelola secara menyeluruh oleh manajemen tertentu, biasanya menyerupai cara pengelolaan sebuah hotel, yaitu penghuni mendapatkan pelayanan ala hotel bintang lima, misalnya unit berperabotan lengkap, housekeeping , layanan kamar, laundry , business centre.
Apartemen Perseorangan (Condominium). Apartemen ini biasanya apartemen yang mewah. Apartemen tersebut dapat dimiliki menjadi milik perseorangan. Biaya perawatan dan pelayanan dibayarkan kepada pengelola apartemen.
Apartemen Milik Bersama (Cooperative). Tipe apartemen ini biasanya dimiliki oleh semua penghuni yang ada di dalam apartemen tersebut. Sehingga mulai dari perawatan, tanggung jawab dan pelayanan semua menjadi tanggung jawab dari penghuni yang tinggal di dalam apartemen tersebut.

Apartemen Berdasarkan Penghuni.                                                                                               Berdasarkan Penghuninya, tipe apartemen dapat dibagi menjadi empat (Savitri dan Ignatius dan Budihardjo dan Anwar dan Rahwidyasa, 2007), yaitu:
Apartemen Keluarga. Apartemen ini dihuni oleh keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anaknya. Bahkan tidak jarang orang tua dari ayah atau ibu tinggal bersama. Terdiri dari dua hingga empat kamar tidur, belum termasuk kamar tidur pembantu yang tidak selalu ada. Biasanya dilengkapi dengan balkon untuk interaksi dengan dunia luar.
Apartemen Lajang/Mahasiswa. Apartemen ini dihuni oleh pria atau wanita yang belum menikah dan biasanya tinggal bersama teman mereka. Mereka menggunakan apartemen sebagai tempat tinggal, bekerja, dan beraktivitas lain di luar jam kerja.
Apartemen Pebisnis/Ekspatrial. Apartemen ini digunakan oleh para pengusaha untuk bekerja karena mereka telah mempunyai hunian sendiri di luar apartemen ini. Biasanya terletak dekat dengan tempat kerja sehingga memberi kemudahan bagi pengusaha untuk mengontrol pekerjaannya.
Apartemen Manula.  Apartemen ini merupakan suatu hal yang baru di Indonesia dan belum ada perwujudan dalam perancangannya, meskipun sudah menjadi sebuah kebutuhan. Di luar negeri seperti Amerika, China, Jepang, dan lain-lain telah banyak dijumpai apartemen untuk hunian manusia usia lanjut. Apartemen manula ini merupakan fasilitas hunian bersama yang terintegrasi dengan beragam aktifitas yang telah disesuaikan dengan kebutuhan manula, fasilitas komersil yang menunjang kebutuhan dan aktifitas penghuni, serta taman publik manula yang memungkinkan penghuni tetap dapat berinteraksi dengan masyarakat luar.

Apartemen Berdasarkan Golongan Ekonomi.                                                                                            
Ada tiga macam apartemen berdasarkan golongan ekonomi penghuninya yaitu (Paul Samuel, 1967 :  42-43) :
Apartemen golongan bawah. Biasa disebut Rumah Susun.
Apartemen golongan menengah. Biasa disebut Apartemen. 
Apartemen golongan menengah ke atas/apartemen mewah. Biasa disebut Kondominium.  

Perbedaan antara ketiga jenis apartemen tersebut terletak pada ukuran ruang pada masing-masing unit hunian dan juga fasilitas yang disediakan. Semakin tinggi kelas Apartemen berdasarkan tingkat golongan ekonomi, maka, semakin besar ukuran unit hunian, semakin lengkap fasilitas yang disediakan, dan juga semakin mahal pula harga unit hunian yang ditawarkan. Semakin luas unit hunian yang dimiliki maka penghuni mampu memiliki fasilitas yang lebih dan dapat dikatakan memiliki golongan ekonomi yang lebih tinggi.


Apartemen Berdasarkan Kelengkapan Interior.
Apartemen Unfurnished. Kosong tanpa furniture.

Apartemen Semi furnished. Beberapa furniture utama sudah ada.

Apartemen Full furnished. Furniture sudah lengkap.


Apartemen Berdasarkan Ketinggian Bangunan.
Ada beberapa macam apartemen berdasarkan ketinggian bangunan (Paul Samuel, 1967 : 44-47) :
Apartemen Low-rise. Apartemen ini biasanya memiliki ketinggian antara 2-4 lantai. Jenis Apartemen ini dapat terbagi lagi menjadi beberapa tipe, yaitu sebagai berikut:
a.Garden Apartement, memiliki ciri-ciri:
Ketinggian bangunan antara 2-3 lantai
Tiap unit hunian memiliki teras dan balkon tersendiri
Umumnya terdapat pada daerah pinggiran kota dengan kepadatan penduduk rendah      (maksimal 30 keluarga per hektar)
Memiliki banyak ruang terbuka hijau dan tempat parkir yang dekat dengan bangunan
Antara massa bangunan satu dengan bangunan lain terdapat ruang terbuka pemisah yang cukup luas
b.Row House, townhouse, atau maisonette, memiliki ciri-ciri
Ketinggian bangunan antara 1-2 lantai
Antara massa bangunan satu dengan bangunan lainnya saling berdempetan atau bahkan saling berbagi dinding pembatas yang sama
Ruang terbuka yang ada hanya berupa halaman depan dan halaman belakang yang sempit pada setiap massa bangunan
Umumnya dibangun pada daerah dengan kepadatan sedang (antara 35-50 unit per hektar)
Apartemen  Mid-rise. Ciri-ciri utama apartemen tipe  Mid-rise ini yaitu memiliki ketinggian antara 4-8 lantai
Apartemen High-rise. Apartemen tipe High-rise ini memiliki ketinggian di atas 8 (delapan) lantai. Umumnya apartemen ini merupakan apartemen untuk golongan menengah ke atas karena biasanya dibangun di daerah yang memiliki keterbatasan lahan dan harga lahan yang mahal, serta biaya konstruksi bangunannya pun juga cukup mahal. Lokasi apartemen ini seringkali ditemukan di daerah perkotaan dan cukup dekat dengan pusat bisnis. Pada dasarnya para pembeli/penyewa apartemen ini bertujuan mendapatkan pemandangan lingkungan sekitar tanpa terhalang bangunan lain.
 
Apartemen Berdasarkan Sirkulasi Horizontal.                                                                                      
Sirkulasi horisontal pada apartemen yaitu berupa koridor. Berdasarkan sirkulasi horisontalnya, apartemen dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:  
Single-loaded corridor apartment 
Open corridor apartment . Koridor tipe ini bersifat terbuka dengan pembatas terhadap ruang luar berupa dinding atau railing yang ketinggiannya tidak lebih dari 1-1,5 meter.
Closed corridor apartment . Koridor bersifat tertutup oleh dinding, kadang memiliki bukaan berupa jendela ataupun jalusi, atau bahkan tidak memiliki bukaan sama sekali.
Double-loaded corridor apartment. Koridor tipe ini dikelilingi oleh unit-unit hunian sehingga seringkali terletak di tengah-tengah bangunan (central corridor)

Apartemen Berdasarkan Sirkulasi Vertikal.                                                                                   Berdasarkan sirkulasi vertikal, apartemen ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu (Lynch, 1984 : 280-281) :
Walk-up Apartment 
 Apartemen tipe ini memiliki sistem vertikal utama berupa tangga. Ketinggian bangunan apartemen ini maksimal hanya empat lantai. Apartemen ini dirancang dengan koridor seminimal mungkin. Kebanyakan unit hunian terletak dekat dengan tangga sirkulasi. Apartemen jenis ini dapat dibagi lagi menjadi dua berdasarkan letak tangga sirkulasinya, yaitu:
Core-type walk up apartment . Tangga sirkulasi (stair core) pada apartemen tipe ini dikelilingi oleh unit-unit hunian. Berdasarkan jumlah unit hunian yang mengelilinginya, apartemen ini dapat terbagi lagi menjadi tiga tipe, yaitu:
−Duplex : tangga sirkulasi pada apartemen ini dikelilingi dua unit hunian
−Triplex : tangga sirkulasi pada apartemen ini dikelilingi tiga unit hunian
−Quadruplex : tangga sirkulasi pada apartemen ini dikelilingi empat unit hunian
Corridor-type walk up apartment.  Tangga sirkulasi (stair core) pada apartemen tipe ini terletak di ujung koridor. Dengan menggunakan sirkulasi tipe ini maka dapat memperbanyak jumlah unit pada satu lantai.
• Elevator Apartment 
 Apartemen tipe ini memiliki sistem vertikal utama berupa lift dan memiliki sirkulasi vertikal sekunder barupa tangga, yang biasanya juga merupakan tangga darurat. Pada umumnya apartemen ini dilengkapi dengan lobby atau ruang tunggu lift.
Ketinggian bangunan apartemen ini biasanya lebih dari enam lantai. Ada dua macam sistem lift yang dapat digunakan pada apartemen tipe ini, yaitu:
Lift yang digunakan dapat berhenti di setiap lantai bangunan
Lift yang digunakan hanya dapat berhenti di lantai-lantai tertentu pada bangunan (Skip-floor elevator system).
Pada umumnya sistem ini digunakan pada apartemen dengan sistem penyusunan lantai tipe Duplex.
Sistem ini memiliki kelebihan, antara lain, dapat mengurangi koridor publik dan memperluas ukuran unit pada hunian yang tidak disediakan sirkulasi lift. Ada pula kelemahannya, yaitu perlu disediakan tangga tambahan pada setiap unit hunian.
Semoga bermanfaat...